Pages - Menu

Pintar Bahasa Arab Online Merajai Pencarian Kata “Bahasa Arab” di Search Engine

Pintar Bahasa Arab Online Merajai Pencarian Kata “Bahasa Arab” di Search Engine

Sebuah keinginan besar bagi Pintar Bahasa Arab Online untuk menduduki posisi pertama dalam pencarian di Google dan search engine lainnya untuk kata-kata : “bahasa arab”, “belajar bahasa arab online”, “belajar bahasa arab gratis”, “bahasa arab online gratis” dan lain-lain. Kepuasan tersendiri bagi kami jika itu bisa terwujud. 

Surat dari asy-Syaikh Hani’ bin Buraik, yang telah dibaca oleh al-’Allamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah untuk Salafiyyin di Indonesia

Surat dari asy-Syaikh Hani’ bin Buraik, yang telah dibaca oleh al-’Allamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah untuk Salafiyyin di Indonesia

بسم الله الرحمن الرحيم

Kepada saudara-saudara kami Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia
“Surat ini telah dibaca oleh Fadhilatu asy-Syaikh al-’Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali”

Kami memuji Allah di hadapan kalian, Dia yang telah menyempurnakan kepada kami dan kepada kalian nikmat-nikmat-Nya, baik yang zhahir (tampak) maupun yang bathin (tidak tampak). Nikmat terbesar adalah nikmat Hidayah (petunjuk) kepada as-Sunnah dan Dakwah kepada sunnah tersebut, pada masa yang banyak tersebar padanya bid’ah-bid’ah dan juru dakwah kepadanya.

Contoh Terjemah Teks Bahasa Arab : Fatwa Syaikh Muhammad Bazmul terkait Jihad di Suriah


Bismillahirrahmanirrahim

Fatwa Syaikh Muhammad Bazmul terkait Jihad di Suriah

الخروج إلى سوريا للجهاد لا يجوز وذلك للأمور التالية :

Berangkat untuk berjihad di Suriah tidaklah diperbolehkan, karena beberapa sebab berikut ini :

لأن الأصل عند أهل السنة والجماعة أن لا جهاد إلا من وراء إمام وهذا نصت عليه جميع متون العقيدة. ومعنى ذلك أننا لا نخرج إلى القتال إلا بإذن ولي الأمر، فإذا لم يأذن حرم علينا الخروج، فإن كان منع الإمام لنا من الخروج حق وصواب فإن الأجر لنا وله، فإن كان منع الخروج خطأ فلنا وعليه. والرسول يقول فيما أخرجه مسلم في صحيحه: “الإمام جنة يتقى به يقاتل من ورائه”

- Hukum dasar menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah dijelaskan bahwa tidak boleh pergi berjihad kecuali bersama Pemimpin yang sah. Ini telah termaktub di dalam semua kitab-kitab Aqidah Ahlus Sunnah. Artinya bahwa kita tidaklah diperbolehkan untuk pergi berperang kecuali dengan izin dari Waliyyul Amr. Apabila Waliyyul Amr tidak memberikan izin, maka kita tidak boleh pergi berperang. Apabila keputusan pelaranganan Waliyyul Amr tersebut benar dan tepat, maka pahala akan diperoleh kedua belah pihak yaitu pemerintah dan kaum muslimin. Akan tetapi bila keputusan pelarangan tersebut keliru, maka pahala diperoleh kaum muslimin sedangkan pemerintah akan bertanggung jawab. [1]